Gratis Buku Pelajaran Digital
Sebuah niat baik Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) masih belum banyak mengatasi masalah kebutuhan buku sekolah. Di lapangan beberapa sekolah masih senang menggunakan buku-buku pelajaran tercetak yang di jual oleh salles dari suatu penerbit.
Kenapa?
Menurut mereka, ongkos mencetak lebih mahal dari pada membeli dari penerbit. Mungkin juga ada hal lain…heemm rabat yang diberikan pihak penerbit pada sekolah yang memakai bukunya. Apakah salah jika sang guru mencari tambahan penghasilan ‘tak terduga ini’ , apalagi bagi seorang guru honorer/tidak tetap. Saya hanya mohon pada Bapak/Ibu Guru supaya penghasilan ‘tak terduga ini’ tidak dijadikan hal yang pokok dalam penghasilan. Anak-anak adalah pejuang masa depan bagi bangsanya, dan jerih payah seorang guru tidak bisa ditakar dengan uang. Setiap kita punya hutang budi yang tak terbayar, dan hutang budi itu pada orang tua dan guru.
Buku-buku yang dijual oleh penerbit, kadang-kadang tidak cocok dengan kondisi di sekolah setempat. Mungkin sejauh mana ketidak sesuaian itu setara dengan kesia-siaan membeli buku. Terutama bagi murid-murid yang tidak gemar membaca. Apakah Anda termasuk murid yang malas membaca?
Mutu
Soal mutu…entahlah, mungkin sebaiknya penilaian mutu itu tidak dipisahkan dari cara mengajar, metode mengajar, sarana lain yang mendukung seperti Laboratorium. Sebab bagaimanapun baiknya buku kalau gurunya tidak mendidik dengan hati dan kasih sayang orang tua kepada anak-anak didiknya akan menjadi kurang bermakna.
Lepas dari semua itu, berikut ini URL buku pelajaran yang disediakan Depdiknas RI http://bse.depdiknas.go.id


















